IKN Mau Jadi Smart City, Miota Ungkap Peran Penting
Oleh Damar Iradat • 09 November 2023 13.28 WIB

Jakarta, CNN Indonesia — Konsep smart and sustainable forest city yang ditargetkan hadir di Ibu Kota Nusantara (IKN) bakal memadukan beragam Internet of Things (IoT) dengan hutan yang terproteksi. Sepenting apa IoT di IKN?
Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang IoT, Miota, mengatakan bahwa internet adalah komponen penting bagi digital transformasi, khususnya untuk IKN yang ditargetkan menjadi smart city.
“Jadi sangat benar peran IoT ini sangat besar dalam pengembangan digital transformasi especially ke arah smart city karena IoT ini adalah Internet of Thing,” ujar Moshe Panjaitan, Founder and CEO dari PT. Miota Internasional Teknologi di acara Digital Creative Leadership Forum yang diselenggarakan CNN Indonesia di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (9/11).
“Things yang disambungkan ke internet artinya hal di dunia nyata ini perlu kita bisa nge-track dan kita mendatakan dan hal-hal ini yang bisa kita utilisasikan ke arah smart city, smart energy, dan smart agriculture,” lanjut dia.
Miota merupakan sebuah perusahaan IoT yang menghadirkan solusi itu end to end. Menurut Moshe tanpa melakukan end to end pasti nantinya akan ada missing link.
Ia menjelaskan dengan IoT ini, Miota bergerak dengan menerapkan enam pilar perusahaan di mana pilar tersebut mendorong penyelesaian masalah end to end.
“Kita menggencarkan enam pilar dari solusi kita end to end dan implementasinya juga end to end lalu kita mendesain solusi dari masalah klien kita.” ujar Moshe.
Setelah mendapatkan apa yang menjadi masalah kemudian Miota coba untuk mendesain sebagai bentuk solusi yang ditawarkan sehingga klien nanti akan menerima sesuai apa yang menjadi masalah mereka.
Moshe mengatakan bahwa nantinya untuk mewujudkan smart city di IKN perlu kolaborasi dengan pihak terkait.
Sebelumnya, Otorita IKN bakal memadukan beragam Internet of Things (IoT) dengan hutan yang terproteksi.
“Tempatnya (IKN) sangat enak dengan hutan yang diproteksi tetapi bisa tetap ada internet bekerja di berbagai negara,” kata Tenaga Ahli Komunikasi Otorita IKN Troy Pantouw beberapa waktu lalu.
Troy menjelaskan pihaknya berkomitmen layanan internet di IKN bisa mengakses komunikasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga.
Dengan konsep smart and sustainable forest city, ia menyebut masyarakat bisa hidup berdampingan dengan alam pada kota berteknologi tinggi. Contohnya, flying taxi atau mobil terbang.
Di dalam pelaksanaannya nanti, kata Troy, ada proses integrasi IoT di dalam infrastruktur kota IKN untuk meningkatkan pelayanan publik.
“Paling penting adalah konsep smart city yang akan melibatkan pemangku kepentingan. Inisiatif kunci yang kita lakukan adalah digital library, digital classroom untuk mengintegrasikan pendidikan terpadu,” tuturnya.
Miota Kreasikan Transformasi Digital Berbasis IoT dan Kolaborasi dengan PLN
Oleh Muhammad Natsir • 09 November 2023 16.08 WIB

EmitenNews.com – Berkolaborasi dengan PLN, PT Miota International Teknologi (Miota), memacu korporasi dan lembaga pemerintahan untuk mengadopsi IoT agar mengakselerasi transformasi digital. Perusahaan penyedia Internet of Things (IoT) itu, menyadari pengembangan digitalisasi berbasis IoT ini berdampak positif terhadap produktivitas, efisiensi biaya, memperluas jangkauan pelayanan publik dan memudahkan akses masyarakat.
“Kami dan para mitra juga melanjutkan kerja sama untuk memacu transformasi digital berbasis IoT. Contohnya, Miota dan PLN Icon+ (Icon Plus) telah berkolaborasi untuk mengkreasikan layanan dan produk yang disokong IoT,” ujar Moshe Panjaitan, Founder & CEO Miota di sela-sela acara Digital Creative Leadership Forum di Jakarta, Kamis (9/11/2023).
Ketersediaan internet dan konektivitas diyakini bakal mengakselerasi transformasi digital nasional. Moshe Panjaitan menjabarkan transformasi digital, aspek yang tidak terelakkan bagi dunia bisnis dan membutuhkan pemikiran dan perancangan mendalam dan juga implementasi yang cukup kompleks dan perlu dilakukan oleh ahlinya.
“Miota sebagai salah satu key player dalam digital transformation karena Miota memberikan konsultasi, desain dan implementasi. Dengan arahan pemerintah, kami dapat mengkonsultasikan cara yang paling tepat untuk memberikan solusi IoT,” tutur Moshe Panjaitan.
Berbasis IoT berdasarkan 6 pilar
Sejauh ini Miota merancang transformasi digital berbasis IoT berdasarkan 6 pilar, yaitu device management, integration, data management, analytics, security, dan application. Dari proses desain poin-poin tersebut merupakan bagian dari core strengths Miota dalam menjalankan bisnis.
“Solusi kami end to end karena mencakup 6 pilar tersebut. Tak hanya itu proses pengimplementasian kami juga end to end dari konsultasi hingga implementasi,” tutur Moshe Panjaitan, yang merampungkan pendidikan di University of Washington (2010-2014) dan Massachusetts Institute of Technology (2016-2018), Amerika Serikat.
Moshe Panjaitan mengungkapkan, pengembangan literasi digital semakin digiatkan oleh pemangku kepentingan untuk merespons teknologi termutakhir. “IoT, misalnya, kami dorong ke berbagai pihak untuk diadopsi, seperti instansi pemerintah untuk mengimplementasikan smart city.”
Smart city merupakan konsep yang sangat terintegrasi sistem teknologi dan informasi (TI) dengan IoT. Utilisasi IoT adalah menghimpun data-data dan diolah oleh sistem di kota cerdas (smart city). Moshe meyakini pemangku kepentingan menuju pembangunan smart city. Berbagai industri dan institusi mengerah ke development smart city dan juga pemerintah dengan regulasinya mendukung praktik terbaik (best practices) smart city.
Miota Mengkreasikan Transformasi Digital Berbasis IoT dan Berkolaborasi dengan PLN
Oleh Vicky Rachman • 09 November 2023 14.39 WIB

PT Miota International Teknologi (Miota), perusahaan penyedia Internet of Things (IoT), memacu korporasi dan lembaga pemerintahan untuk mengadopsi IoT agar mengakselerasi transformasi digital. Sebab, pengembangan digitalisasi berbasis IoT ini berdampak positif terhadap produktivitas,efisiensi biaya, memperluas jangkauan pelayanan publik dan memudahkan akses masyarakat. “Kami dan para mitra juga melanjutkan kolaborasi untuk memacu transformasi digital berbasis IoT. Contohnya, Miota dan PLN Icon+ (Icon Plus) telah berkolaborasi untuk mengkreasikan layanan dan produk yang disokong IoT,” ujar Moshe Panjaitan, Founder & CEO Miota di sela-sela Digital Creative Leadership Forum di Jakarta, Kamis (9/11/2023).
Ketersediaan internet dan konektivitas diyakini bakal mengakselerasi transformasi digital nasional. Moshe menjabarkan transformasi digital merupakan aspek yang tidak terelakkan bagi dunia bisnis dan membutuhkan pemikiran dan perancangan yang mendalam dan juga implementasi yang cukup kompleks dan perlu dilakukan oleh ahlinya. “Miota sebagai salah satu key player dalam digital transformation karena Miota memberikan konsultasi, desain dan implementasi. Dengan arahan pemerintah, kami dapat mengkonsultasikan cara yang paling tepat untuk memberikan solusi IoT,” tutur Moshe.
Miota, lanjut Moshe, merancang transformasi digital berbasis IoT berdasarkan 6 pilar, yaitu device management, integration, data management, analytics, security, dan application. Dari proses desain poin-poin tersebut merupakan bagian dari core strengths Miota dalam menjalankan bisnis. “Solusi kami end to end karena mencakup 6 pilar tersebut dan tak hanya itu proses pengimplementasian kami juga end to end dari konsultasi hinga implementasi,” tutur Moshe yang merampungkan pendidikan di University of Washington (2010-2014) dan Massachusetts Institute of Technology (2016-2018), Amerika Serikat.
Moshe mengatakan pengembangan literasi digital semakin digiatkan oleh pemangku kepentingan untuk merespons teknologi termutakhir. “IoT, misalnya, kami dorong ke berbagai pihak untuk diadopsi, seperti instansi pemerintah untuk mengimplementasikan smart city,” sebutnya.
Smart city merupakan konsep yang sangat terintegrasi sistem teknologi dan informasi (TI) dengan IoT.
Utilisasi IoT adalah menghimpun data-data dan diolah oleh sistem di kota cerdas (smart city). Moshe meyakini pemangku kepentingan menuju pembangunan smart city. Berbagai industri dan institusi mengerah ke development smart city dan juga pemerintah dengan regulasinya mendukung praktik terbaik (best practices)smart city.
Moshe mengamati pengimplementasian smart city telah terkonsep oleh Kementerian Informasi dan Komunikasi dan Ibu Kota Negara (IKN). “Miota sebagai perusahaan IOT dan pengusung konsep smart city, menyediakan diri dalam memberikan konsultasi, merancang (design), hingga mengimplementasikan solusi smart city yang dibutuhkan,” tutur Moshe.
Untuk implementasi smart city, Moshe optimistis penyedia layanan IoT, pemerintah, dan para pelaku industri saling berkolaborasi untuk mendorong praktik smart city dalam skala besar di masa mendatang. IoT memudahkan pendataan dan menyiapkan perencanaan. “Seperti contoh smart agriculture yang terintegrasi dengan smart city itu mengindentifikasi kebutuhan jumlah pangan secara akurat, dari raw material hingga end product-nya. Kemudian, smart utilities dari power plant yang menghasilkan listrik hingga end user yang mengkonsumsi listrik tersebut, dapat diketahui secara akurat maka power generation dan penggunaannya sangat efisien dan efektif,” ujar Moshe merincikan.
Saat ini, peran IoT masih relatif minim dan potensi penggunaanya di Indonesia terbuka lebar di periode mendatang. “Sebab, kontributor terbesar dalam transformasi digital adalah industri IT yang disokong teknologi IoT. Tetapi, penyedia layanan IoT di Indonesia ini masih sedikit. Mayoritas industri ini dipenuhi oleh ahli software, sehingga peran IoT ini terlihat masih kecil serta menghadapi tantangan yang masih besar karena kekurangan talenta hardware designer yang masih langka di Indonesia, talenta ini dibutuhkan industri IoT dan merupakan core pillar pertama digital transformation,” ungkapnya.
Adapun, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menyiapkan Roadmap Digital Indonesia 2021-2024 di 4 sektor strategis yaitu infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital dan Masyarakat digital. Kemudian, transformasi digital diyakini akan meningkatkan ekonomi digital nasional. Laporan e-conomy SEA yang dipublikasikan Google, Temasek, dan Bain & Company mengestimasikan GMV (gross merchandise value) ekonomi digital Indonesia pada 2025 senilai US$ 110 miliar atau berpotensi tumbuh dari US$ 82 miliar pada 2023.
Menteri Hingga CEO Bakal Blak-blakan Soal Dahsyatnya Efek Teknologi
tribunbabel.com • 1 November 2023

Digital Creative Leadership Forum menghadirkan para pemimpin yang berpengalaman dalam transformasi teknologi. (CNN Indonesia).
Sejumlah menteri dan pimpinan perusahaan besar bakal bicara soal efek kemajuan teknologi terhadap perkembangan berbagai jenis industri dan ekonomi dalam negeri.
Hal itu bakal dilakukan dalam ajang Leadership Forum Digital Creative yang digelar oleh CNN Indonesia, di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Kamis (9/11).
“Leadership Forum Digital Creative adalah sebuah event yang akan menghadirkan para tokoh-tokoh kunci dalam perkembangan dan pertumbuhan industri kreativitas digital, baik di dunia dan tak terkecuali di Indonesia,” demikian dikutip dari keterangan resmi.
“Sektor industri kreatif dan digital bahkan bisa menjadi tulang punggung perekonomian negara.”
Ajang ini akan membahas aneka peluang, manfaat serta tantangan-tantangan dalam penyelenggaraan industri kreatif digital.
Para pembicara pun akan memaparkan kebangkitan industri digital creative serta kesiapan masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan di masa depan.
“Sebab sektor industri kreatif sangat bergantung pada sumber daya manusia.”
Event Digital Creative Leadership Forum ini empat sesi dengan berbagai pembicara. Masyarakat umum bisa mengikutinya dengan cara mendaftar di digitalcreative.cnn.co.id.
Berikut rincian sesi dan pembicaranya:
Sesi I : Indonesia Digital Roadmap
1. Menpan RB Abdullah Azwar Anas
2. Kepala Otorita IKN Bambang Susantono
3. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo
4. Founder dan CEO PT MIOTA Moshe Panjaitan
Sesi II: Promises of Digital in Indonesia Industry
1. Rektor Binus Dr Nelly
2. Founding CEO BRI Venture Nico Widjaja
3. Direktur IT Bank Mandiri Timothy Utama
4. Director of Digital Transformation Danone Indonesia Planius Simanullang
Sesi III : Transforming Industry into Digital Era
1. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan
2. COO Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto
3. Deputy CEO Bank BTPN Darmadi Sutanto
4. Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi
5. Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan
Sesi IV : Shaping and Revolutionizing Indonesia Creative Industry
1. CEO Indoco Andi Kristianto
2. Chief Marketing InJourney Maya Watono
3. Owner Juragan 99 Gilang Widya Permana
4. CEO Sagara Technology Devi Oktaviani