Pabrik Porang Skala Besar di Lombok Barat Dapat Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Editor Sirtupillaili • 24 Januari 2024 14.50 WIB

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK – Kehadiran pabrik pengolahan porang menjadi tepung glukomanan yang dibangun PT Rezka Nayatama, di Kabupaten Lombok Barat menjadi lompatan penting rantai industri porang nasional.
Kehadiran pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen akan memberikan dampak ekonomi besar bagi warga sekitar.
Tidak hanya memberikan dampak untuk warga NTB, pabrik di Lombok Barat ini diharapkan bisa menjadi acuan di Indonesia.
Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung penuh hadirnya pabrik porang di Lombok Barat ini guna meningkatkan gairah masyarakat untuk menanam.
Selain itu nilai jual porang akan naik dan ekspor porang dalam bentuk produk olahan ikut terdongkrak. Dengan demikian, pabrik olahan porang ini akan meningkatkan kesejahteraan petani dan menumbuhkan perekonomian nasional.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Kementan RI, Gatut Sumbogodjati mengatakan, Kementan mengapresiasi pembangunan pabrik pengolahan porang di Lombok Barat.
Ini melengkapi rangkaian pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir, khususnya olahan porang di wilayah Lombok, NTB dalam mendorong nilai ekspor dan kesejahteraan petani.
Semakin banyak industri pengolahan porang yang tumbuh di wilayah sumber produksi, biaya transportasi dapat ditekan, sehingga petani porang dapat menikmati harga yang lebih baik.
Kementan berharap Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian, serta instansi terkait di kabupaten maupun provinsi berperan dalam mengkoordinasikan tumbuhnya pengembangan porang dari hulu sampai hilir dalam satu kesatuan sistem. Sehingga saat memulai menanam porang, sudah jelas mitra pasarnya.
Sementara itu, Direksi PT Rezka Nayatama, Moshe Darron Panjaitan mengatakan, terbangunnya pabrik porang ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Jokowi dalam mengembangkan hilirisasi sebagai kunci meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
Pasalnya nilai jual produk pangan harus meningkat dan bisa bersaing di pasar internasional.
“Kami mencoba berkontribusi dengan membuat pabrik yang hasil akhirnya tepung glukomanan kadar 90 persen. Pabrik itu nantinya akan jadi pabrik pertama di Indonesia dengan kualitas produk bermutu. Produk dari pabrik itu akan ditujukan ke pasar ekspor,” ucapnya.
Kapasitas produksi tepung glukomonan kadar 90 persen sebanyak 20 ton per bulan. “Tepung ini bahan baku pangan, farmasi, dan kosmetik,” pinta Moshe.
Pendirian pabrik pengolahan porang di daerah bukan hanya membangun hilirisasi hasil produk pengolahan porang, namun juga dapat membuat petani porang di Kabupaten Lombok Barat bergairah menanam porang dalam skala lebih luas.
Perlu diketahui, untuk mencapai target 240 ton tepung glukomanan kadar 90 persen, pabrik ini membutuhkan 4.320 ton porang per tahun. Dengan rata-rata panen 2 kilogram per tanaman dan per hektar bisa untuk 40.000 tanaman, maka dibutuhkan setidaknya 108 hektar.
Umbi Porang, Tanaman Berpotensi Ekonomi Tinggi
Oleh Nizar Fachri Rabbani • 28 Juli 2023 21.48 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Rezka Nayatama meresmikan pabrik umbi porang dengan investasi Rp70 miliar di Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (26/7/2023).
Pabrik tersebut merupakan pabrik pertama di Indonesia yang memproduksi tepung glukomanan dengan kadar hingga 90 persen dan mengadopsi teknologi industri manufaktur 4.0.
Pabrik berlokasi di Kecamatan Sekotong ini mampu menyerap 483 ton umbi porang setiap bulan sebagai bahan produksi, dan diproyeksikan mampu memproduksi 20 ton per bulan atau 240 ton tepung glukomanan hingga kadar 90 persen per tahun.
Direktur PT Rezka Nayatama Moshe Panjaitan menyebut bahwa kebutuhan global terhadap produk berbasis umbi porang besar, dan tanaman porang tersebar di hutan-hutan di Indonesia seperti di NTB.
“Selain menciptakan nilai tambah bagi produk pangan berbahan umbi porang, pabrik ini juga berperan memenuhi kebutuhan tepung konjac dan glukomanan. Melalui program kemitraan, kami ikut meningkatkan kesejahteraan petani lokal,” ujarnya.
Adapun, Direktur Utama PT Rezka Nayatama Samuel Haposan Siahaan menyebut bahwa pihaknya mendekatkan diri dengan daerah penghasil umbi porang terbesar di Indonesia yakni NTB, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Provinsi Bali.

Dua orang pekerja memilah umbi porang yang siap diproses di PT Rezka Nayatama menjadi tepung glukomanan, Rabu (26/07/2023).
Manfaat Tanaman Porang
Porang merupakan tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri yang juga dikenal dengan nama iles-iles. Umbi ini memiliki potensi ekonomi yang cukup tinggi untuk dikembangkan.
Dilansir dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Jumat (27/7/2023), umbi porang mengandung glucomanan (serat alami dan larut dalam air) dalam bentuk tepung yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan berupa tepung, bahan kosmetik, dan jelly.
Tanaman porang di Indonesia memiliki sentra produksi di Jawa Timur, NTT, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan dan Sumatera. Sentra pengolahan porang dalam bentuk tepung saat ini ada di beberapa daerah seperti Pasuruan, Madiun, Wonogiri, Bandung, Maros.
Porang merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat seperti: menjadi bahan pangan yang menghasilkan karbohidrat lebih dari 80 persen, sehingga dapat dibuat mi, beras, tofu, jelly.
Glukomanan pada tanaman porang yang berbentuk gel dapat dimanfaatkan sebagai pengganti gel silicon yang baik untuk isolator listrik. Porang juga berfungsi sebagai pengental sirop dan perekat pada es krim, sehingga tidak mudah meleleh.
Glukomanan juga bermanfaat mengurangi kadar kolesterol.
Porang yang sudah diolah menjadi beras dan mi memiliki kalori yang lebih rendah serta serat yang baik, sehingga baik bagi kesehatan. Tepung porang yang telah dimurnikan dapat dimanfaatkan untuk industri farmasi dan makanan.
Budidaya Tanaman Porang
Dilansir dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, untuk menghasilkan olahan porang yang baik maka harus memperhatikan cara menanam tanaman porang yang baik.
Umumnya porang dapat tumbuh di semua jenis tanah, tetapi diutamakan pada tanah liat berpasir, tanah gembur dan kaya akan unsur hara. Tanaman porang tumbuh di ketinggian antara 100-1000 meter di atas permukaan laut dan curah hujan yang luas namun juga tahan terhadap kekeringan. Porang juga dapat tumbuh pada daerah yang ternaungi seperti hutan dan semak belukar.
Suhu yang baik untuk tempat tumbuh porang berkisar antara 25-300 derajat Celsius. Tanaman ini dapat tumbuh optimal pada tanah yang memiliki drainase baik dan kandungan humus yang cukup tinggi, serta derajat keasaman (pH) tanah antara 6-7,5.
Secara singkat, dalam menghasilkan tanaman porang yang baik membutuhkan tahapan budidaya yang tepat. Lokasi yang paling baik untuk menanam porang adalah di bawah naungan pepohonan. Namun, porang juga bisa tumbuh dengan baik di lahan yang terbuka dan biasanya dilengkapi dengan paranet sehingga tidak terlalu banyak terkena matahari.
Hilirisasi Industri
Dilansir dari situs resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 104/ KPTS/HK.140/M/2/2020, tanaman porang termasuk salah satu komoditas binaan dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) dari jenis kacang-kacangan dan umbi-umbian.
“Kementan telah menyusun Roadmap Budidaya dan Ekspor Porang 2020-2024 dengan target pengembangan sekitar 100 ribu hektare (ha) pada 2024 dan potensi ekspor sebesar 92 ribu ton chips kering,” ungkap Direktur Aneka Kacang dan Umbi Kementerian Pertanian (Kementan), Amiruddin Pohan.
Dalam roadmap tersebut juga, telah dipetakan target sebagai berikut: luas tanam (realisasi) tanaman porang 2020 adalah 19.950 ha dan 2021 adalah 47.641 ha. Luas Panen yang ditargetkan pada tahun tertentu adalah 95 persen dari luas tanam dua tahun sebelumnya.
Produksi basah yang ditargetkan adalah 10 ton/ha dan ini nantinya akan dibuat berupa tepung glucomannan. Produksi kering dalam bentuk chips adalah 15 persen dari produksi basah. Kebutuhan benih adalah 20.000 katak (100 kg/ha).
Pengembangan porang akan dilakukan melalui sejumlah strategi antara lain peningkatan ketersediaan dan penggunaan benih varietas unggul, penerapan good agricultural practices di tingkat petani, penyediaan pupuk sesuai kebutuhan, dan dukungan prasarana irigasi, jalan usaha tani dan dukungan fasilitas pembiayaan.
Adapun fokus pengembangan secara bertahap akan dilaksanakan di 29 provinsi dan 263 kabupaten.
Pasar Domestik
Dari sisi distribusi, pasar dalam negeri yang ditargetkan adalah 10 persen dari total panen, sedangkan sisanya diekspor dalam bentuk chips kering atau produk turunan lainnya yang diperkirakan ada sekitar 21 jenis.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor porang pada 2020 tercatat sebanyak 8.570 ton dengan nilai US$19.645.620 (sekitar Rp296 miliar) atau tumbuh 23,35 persen (yoy), China sebagai tujuan ekspor terbesar mencapai 13,28 juta ton.
Terkait hilirisasi industri porang, Kementerian Perindustrian telah memetakan sentra produksi porang sebagai basis pengembangan industri pengolahan.
“Mayoritas industri pengolahan porang saat ini berada di Provinsi Jawa Timur. Beberapa produk olahan berbahan baku porang, antara lain: tepung porang, ekstrak glucomannan, mie shirataki, beras konnyaku/shirataki, pasta porang boba untuk minuman,” tutur Direktur Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustiran, Riefky Yuswandi.
Menurut dia, salah satu tantangan pengembangan industri produk turunan porang adalah kenaikan permintaan bahan baku porang yang tidak diimbangi dengan pasokannya yang cukup di dalam negeri.
Investasi Lebih Rp 70 Miliar Pabrik Porang Rezka Nayatama Gunakan Teknologi 4.0
LombokNews • 27 Juli 2023

SEKOTONG, LOMBOK BARAT – Di Dusun Pengawisan Sekotong Kabupaten Lombok Barat, PT Rezka Nayatama membuka pabrik tepung Glukomanan hasil olahan dari umbi porang.. Peresmian pabrik pertama di Indonesia ini yang nilai investasinya lebih Rp 70 miliar menggunakan teknologi industry manufaktur 4.0 (harga peralatan produk lokalnya saja 10 persen atau sekitar Rp 7 miliar dari keseluruhan investasinya) tersebut dilakukan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah.
Direktur Utama PT Rezka Nayatama Samuel Haposan Siahaan mengatakan investasinya tersebut dibiayai Bank BNI. Harapannya secepatnya bisa mencapai titik impas atau . selama lima tahun,’’ katanya, sewaktu bersama Moshe Darron Panjaitan (Direktur), Arga Pandita Richir (Fund Investment Manager) dan Narotama Aji (Corporate Secretary) selesai peresmian, Rabu 26 Juli 2023 siang .
Guru besar Fakultas Pertanian Universitas Mataram Suwardji menjelaskan potensi tanamaan porang di NTB mencapai 2.500 hektar diantaranya terbanyak di Kabupaten Lombok Utara. ‘’Produk porang ini menjadi pengganti beras. Lebih sehat,’’ ujarnya.
Produk tepung Konjac dan glukomanan yang sudah lama dikenal di Jepang dan Cina selain menciptakan nilai tambah bagi produk pangan berbahan umbi porang, pabrik ini juga berperan dalam memenuhi kebutuhan tepung konjac dan glukomanan. Melalui program kemitraan, PT Rezka Nayatama ikut meningkatkan kesejahteraan para petani lokal, memberikan dampak positif bagi komunitas setempat.
Moshe Darron Panjaitan menyebutkan berlimpahnya bahan baku umbi porang atau konjac yang tersebar di berbagai provinsi, Indonesia menyimpan potensi tak terbatas untuk menghasilkan berbagai produk makanan sehat dan inovatif. ‘’Peluang besar di pasar nasional maupun global,’’ ucapnya.
Meskipun demikian, sampai saat ini, Indonesia belum memiliki pabrik yang mampu mengolah umbi porang menjadi tepung glukomanan. Adanya peluang pasar yang ada, melalui pabrik tepung Glukomanan yang mampu menghasilkan tepung glukomanan hingga kadar 90 persen, berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan industri pengolahan bahan makanan di Indonesia, terutama dalam memajukan pemanfaatan umbi porang sebagai bahan pangan sehat yang berpotensi sebagai alternatif pengganti beras,” kata Samuel H. Siahaan.
Dukungan lahan pertanian porang di NTB, Nusa Tenggara Timur, dan Bali, serta pasokan dari kelompok tani binaan di seluruh wilayah tersebut, pabrik yang berlokasi di kawasan wisata Sekotong ini mampu menyerap sebanyak 483 ton umbi porang setiap bulannya sebagai bahan produksi. Dengan proyeksi produksi sekitar 240 ton tepung glukomanan hingga kadar 90 persen per tahun, pabrik ini akan menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri, sekaligus menyediakan ekspor ke berbagai negara seperti China, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Eropa, Vietnam, dan Thailand.
Pabrik yang baru diresmikan ini memiliki luas sekitar 1 hektar dan dilengkapi dengan lebih dari 600 titik sensor untuk memantau kondisi umbi porang dari masuknya bahan baku hingga proses pemotongan, pengeringan, pemurnian, dan pembungkusan tepung ke dalam kemasan. Penerapan teknologi 4.0 di sini menjamin kualitas produk PT Rezka Nayatama memenuhi standar mutu terbaik di industri pangan.
Potensi Umbi Porang
Umbi porang, juga dikenal sebagai konjac, menawarkan karakteristik unik dan manfaat luar biasa. Kaya akan serat larut dan rendah kalori, umbi porang mengandung glukomanan yang berperan dalam meningkatkan kesehatan pencernaan. Melalui pengolahan yang cermat, umbi porang dapat dijadikan berbagai produk seperti tepung konjac dan glukomanan, yang berfungsi sebagai substitusi impor dan menjadi dasar untuk menciptakan produk turunan seperti beras dan mie shirataki, konyaku, serta jeli konjac. Tidak hanya bermanfaat dalam industri makanan, kandungan umbi porang juga menunjukkan potensi di sektor farmasi sebagai pencegah diabetes mellitus, kanker, dan kolesterol, serta dalam pembuatan kosmetik.
Permintaan global akan tepung glukomanan yang dihasilkan dari porang terus meningkat, namun Indonesia baru dapat menyuplai dalam bentuk setengah jadi, yaitu chip porang. Meskipun demikian, program budi daya porang menjanjikan ketersediaan bahan baku yang melimpah di Indonesia. . Dengan pemanfaatan optimal potensi umbi porang, Indonesia dapat mengambil peran yang signifikan dalam memenuhi kebutuhan pasar lokal dan global, sambil memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakatnya.
Ragam Manfaat Umbi Porang : Jadi Bahan Skincare hingga Makanan Diet
Oleh Ibnu Abbas • 27 Juli 2023 07.52 WIB

Surabaya, VIVA Jatim – Salah satu jenis tanaman umbi-umbian, yakni Porang ternyata memiliki ragam manfaat yang penting untuk tubuh manusia. Tanaman yang juga dikenal dengan Amorphophallus Muelleri itu berkhasiat untuk bahan dasar skincare hingga makanan diet.
Dilansir dari VIVA, Kamis, 27 Juli 2023, buah yang satu ini memiliki kandungan nutrisi yang kaya. Umbi yang dihasilkan tanaman ini mengandung glukomanan, protein, asam amino, kalsium, fosfor, dan masih banyak lagi.
Selain itu, umbi porang juga tinggi serat dan rendah kalori sehingga banyak dikonsumsi mereka yang menjalani diet atau menurunkan berat badan. Juga, banyak dimanfaatkan oleh orang-orang yang menjalani diet khusus seperti diabetes dan kolesterol.
Tanaman Porang menghasilkan umbi-umbian yang kaya akan Glukomanan, suatu jenis serat larut dalam air Glukomanan ini memiliki aplikasi yang luas di berbagai sektor makanan dan farmasi. Produk yang paling banyak dikenal yang menggunakan glukomanan adalah produk perawatan diri seperti skincare dan perawatan rambut.
Umumnya, glukomanan dalam produk kosmetik digunakan sebagai thickener, mmemberikan memberikan efek moisturizer pada kulit, bertindak sebagai prebiotik dan probiotik.
Selain produk kosmetik, glukomanan juga digunakan sebagai bahan membuat pelapis kapsul. Tak hanya itu, umbi porang juga dapat dijadikan berbagai produk seperti tepung konjac, yang berfungsi sebagai substitusi impor dan menjadi dasar untuk menciptakan produk turunan seperti beras dan mie shirataki, konyaku, serta jeli konjac.
Tidak hanya bermanfaat dalam industri makanan, kandungan umbi porang juga menunjukkan potensi di sektor farmasi sebagai pencegah diabetes melitus, kanker, dan kolesterol, serta dalam pembuatan kosmetik.
Umbi porang sebenarnya merupakan bahan baku yang berlimpah di Indonesia yang tersebar di berbagai provinsi. Karenanya, Indonesia menyimpan potensi tak terbatas untuk menghasilkan berbagai produk makanan sehat dan inovatif dengan peluang besar di pasar nasional maupun global.
Sayangnya, potensi ini belum tereksplorasi secara maksimal. Padahal, di Jepang dan China, industri umbi porang sudah berusia 100 tahun.
Melihat peluang ini, PT Rezka Nayatama meresmikan Pabrik Tepung Glukomanan hasil Olahan Umbi Porang , Rabu 26 Juli 2023. Bertempat di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, fasilitas ini merupakan pabrik pertama di Indonesia yang dapat memproduksi tepung glukomanan dengan kadar hingga 90 persen dan mengadopsi teknologi industri manufaktur 4.0.
Direktur PT Rezka Nayatama Moshe Darron Panjaitan mengatakan, kebutuhan pengolahan untuk pabrik porang sangatlah besar, terutama secara global. Porang juga sangat banyak ditemukan di Indonesia, sayangnya hasil ini justru banyak di ekspor keluar.
Padahal sumber umbi porang mentah dari Indonesia bisa diolah di dalam negeri sendiri. Selain menambah nilai pada porang itu sendiri, juga pada sumber daya manusia di Indonesia, khususnya di Lombok.
“Dengan kesadaran akan peluang yang ada, melalui Pabrik Tepung Glukomanan kami yang mampu menghasilkan tepung glukomanan hingga kadar 90 persen, kami berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan industri pengolahan bahan makanan di Indonesia, terutama dalam memajukan pemanfaatan umbi porang sebagai bahan pangan sehat yang berpotensi sebagai alternatif pengganti beras,” ujar Samuel H. Siahaan, selaku Direktur Utama PT Rezka Nayatama, saat peresmian pabrik di Lombok Barat, NTB.
Dengan dukungan lahan pertanian porang di NTB, NTT, dan Bali, serta pasokan dari kelompok tani binaan di seluruh wilayah tersebut, pabrik yang berlokasi di Sekotong ini mampu menyerap sebanyak 483 ton umbi porang setiap bulannya sebagai bahan produksi. Dengan proyeksi produksi sekitar 240 ton tepung glukomanan hingga kadar 90% per tahun, pabrik ini akan menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri, sekaligus menyediakan ekspor ke berbagai negara seperti China, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Eropa, Vietnam, dan Thailand.
Beroperasinya pabrik olahan porang ini tidak hanya berdampak positif dalam hal ketahanan pangan dan ekspor, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan impor terhadap tepung konjac dan glukomanan. Selain itu, pabrik ini menciptakan lapangan kerja dan berperan penting dalam menyerap hasil bumi garapan para petani lokal. Samuel menegaskan.
“Kami percaya bahwa kehadiran pabrik ini akan berperan signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional terutama di sektor pertanian dan industri pangan,” tandasnya.
Mengenal Glukomanan, Hasil Olahan Umbi Porang yang Jadi Bahan Produk Skincare Hingga Beras Rendah Kalori
Oleh M. Reza Sulaiman • 27 Juli 2023 06.29 WIB

Suara.com – Konjac atau konnyaku semakin populer sebagai bahan baku makanan sehat dan rendah kalori. Di Indonesia, konjac lazim disebut sebagai umbi porang dan biasa tumbuh liar di dalam hutan.
Kaya akan serat larut dan rendah kalori, umbi porang mengandung glukomanan yang berperan dalam meningkatkan kesehatan pencernaan. Tak hanya itu, melalui proses pengolahan yang cermat, umbi porang dapat menghasilkan glukomanan kualitas tinggi yang menghasilkan produk turunan seperti konyaku, beras porang, dan lain-lain.
“Permintaan global akan tepung glukomanan yang dihasilkan dari porang terus meningkat, namun Indonesia baru dapat menyuplai dalam bentuk setengah jadi, yaitu chip porang,” ujar Direktur PT Rezka Nayatama, Moshe Darron Panjaitan, dalam peresmian pabrik di Sekotong, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (26/7/2023).
Moshe menjelaskan pemanfaatan glukomanan dan produk turunnya antara lain :
- Kosmetik: glukomanan dalam kosmetik memberikan efek melembapkan kulit, juga bertindak sebagai prebiotik dan probiotik.
- Perawatan rambut: glukomanan memberikan volume dan tekstur pada rambut, membuatnya tidak lengket.
- Farmasi: glukomanan dapat dikonsumsi sebagai suplemen penurun berat badan, juga digunakan sebagai pelapis kapsul.
- Makanan hewan: glukomanan menambah elastisitas dan mempertahankan bentuk makanan, juga menjaga kesehatan pencernaan hewan peliharaan.
- Kesehatan: glukomanan dapat diolah menjadi beras porang higgga mie shirataki yang rendah gula dan kalori.
Moshe menjelaskan pemanfaatan umbi porang yang begitu luas seharusnya dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat Indonesia. Sayangnya, saat ini hasil olahan umbi porang dalam bentuk beras rendah kalori hingga jeli konjac yang dijual di pasaran masih mahal.
“Karena tadi, kita jual mentah atau barang setengah jadi ke luar negeri, balik ke Indonesia jadi produk makanan, masuk ke retail harga sudah mahal. Kalau bisa kita olah sendiri di Indonesia, tentunya harga modal akan berkurang, dan harga pasar produk-produk olahan konjac/umbi porang juga akan lebih murah,” terangnya.

Umbi porang dalam proses pengolahan. (Reza/Suara.com)
Pabrik Canggih dengan 600 Sensor
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Rezka Nayatama, Samuel Haposan Siahaan, menjelaskan saat ini pusat pengolahan umbi porang tersedia di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Padahal, bahan mentah umbi porang sendiri banyak berasal dari Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
Inilah yang menjadi alasan PT Rezka Nayatama meresmikan pabrik terbarunyadi Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Fasilitas ini merupakan pabrik pertama di Indonesia yang dapat memproduksi tepung glukomanan dengan kadar hingga 90 persen dan mengadopsi teknologi industri manufaktur 4.0.
Pabrik ini hanya memiliki kurang lebih 40 petugas yang memantau dan mengontrol mesin dengan 600 sensor. Seluruh proses pengolahan umbi porang, dari penimbangan hasil tani, pengecekan kualitas, hingga menjadi bentuk chip dan tepung, dilaksanakan secara otomatis. Meski begitu berdasarkan proyeksi perusahaan, pabrik ini dapat menyerap 483 ton umbi porang setiap bulan dan menghasilan 240 ton tepung glukomanan pertahun.

Peresmian Pembukaan Pabrik Tepung Glukomanan milik PT Rezka Nayatama di Sekotong Barat, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (26/7/2023). (Reza/Suara.com)
Dengan hadirnya pabrik baru PT Rezka Nayatama di Sekotong, Lombok Barat, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan glukomanan di dalam negeri, sekaligus menjadi hasil ekspor ke berbagai negara seperti China, Jepang, hingga Eropa dan Amerika Serikat.
“Kami percaya bahwa kehadiran pabrik ini akan berperan signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional terutama di sektor pertanian dan industri pangan,” tutupnya.
Pabrik pengolahan Porang Jadi Tepung Glukoman Pertama di Indonesia Beroperasi
Lomboknesia.id • 26 Juli 2023

Lombok Barat – Pabrik pengolahan umbi Porang pertama di Indonesia mulai beroprasi di desa slSekotong Barat, Lombok Barat Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (26/07/2023).
Pabrik tersebut memproduksi puluhan ton glukoman untuk pangan di Indonesia.pabrik tersebut merupakan pabrik pertama di Indonesia yang dapat memproduksi tepung glukomanan dengan kadar hingga 90% dan mengadopsi teknologi industri manufaktur 4.0
Selain menciptakan nilai tambah bagi produk pangan berbahan umbi porang, pabrik ini juga berperan dalam memenuhi kebutuhan tepung konjac dan glukomanan. Melalui program kemitraan, PT Rezka Nayatama ikut meningkatkan kesejahteraan para petani lokal, memberikan dampak positif bagi komunitas setempat.
Dengan berlimpahnya bahan baku umbi porang atau konjac yang tersebar di berbagai provinsi, Indonesia menyimpan potensi tak terbatas untuk menghasilkan berbagai produk makanan sehat dan inovatif dengan peluang besar di pasar nasional maupun global. Meskipun demikian, sampai saat ini, Indonesia belum memiliki pabrik yang mampu mengolah umbi porang menjadi tepung glukomanan.
“Dengan kesadaran akan peluang yang ada, melalui Pabrik Tepung Glukomanan kami yang mampu menghasilkan tepung glukomanan hingga kadar 90%, kami berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan industri pengolahan bahan makanan di Indonesia, sebagai alternatif pengganti beras,” ujar Samuel H. Siahaan, selaku Direktur Utama PT Rezka Nayatama.
Direktur PT. Rezka Nayatama Moshe Panjaitan, menyebutkan perusahaan tersebut beroprasi dengan menggunakan sistem IOT yang menggunakan robotic sehingga semua proses betul-betul menggunakan sensor untuk menentukan parameter kwalitas dari setiap tahapan.
”Dengan menggunakan 600 sensor dengan satu sensor tiga parameter untuk mengetahui real-time kwalitas produk” terang Moshe.
Sementara itu Arga Richir Vice President Finance perusahan tersebut menjelaskan jika pihaknya telah mengandeng puluhan petani mitra dalam menghasilkan bahan baku Porang yang berkualitas di Lombok denga 500 hektar areal tanam yang disiapkan akan mampu menyuplai kebutuhan Porang ke pabrik tersebut.
”Kami juga membentuk dan membina para petani di pulau Lombok untuk menanam porang dengan kwitas yang baik” terang Arga.
Pabrik pengolahan umbi porang milik PT Rezka Nayatama yang mengadopsi teknologi industri manufaktur 4.0 tersebut mampu menyerap sebanyak 483 ton umbi porang setiap bulannya sebagai bahan produksi dengan proyeksi produksi sekitar 240 ton tepung glukomanan hingga kadar 90 persen per tahun dan pabrik ini akan menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri sekaligus menyediakan ekspor ke berbagai negara seperti China, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Eropa, Vietnam dan Thailand.
”Segmen pasar kami tentunya lebih besar ke cina, jepang dan Australia atau negara eropa” ungkap Arga.
Dengan hadirnya pabrik pengolahan Porang tersebut diharapkan mampu mendukung hilirisasi industri di Nusa Tenggara Barat untuk mensejahterakan masyarakat.
PT Rezka Nayatama Resmikan Pabrik Umbi Porang Senilai Rp70 Miliar di Lombok Barat
Oleh Nancy Junita • 26 Juli 2023 22.36 WIB

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah, didampingi Komisaris Utama PT Rezka Nayatama, Ilham Panjaitan, meresmikan pabrik umbi porang dengan investasi Rp70 miliar di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (26/7/2023).
Bisnis.com, LOMBOK – PT Rezka Nayatama meresmikan pabrik umbi porang dengan investasi Rp70 miliar di Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Rabu (26/7/2023).
Pabrik tersebut merupakan pabrik pertama di Indonesia yang memproduksi tepung glukomanan dengan kadar hingga 90 persen dan mengadopsi teknologi industri manufaktur 4.0.
Pabrik berlokasi di Kecamatan Sekotong ini diresmikan oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, tersebut mampu menyerap 483 ton umbi porang setiap bulan sebagai bahan produksi, dan diproyeksikan mampu memproduksi 20 ton per bulan atau 240 ton tepung glukomanan hingga kadar 90 persen per tahun.
Direktur PT Rezka Nayatama, Moshe Panjaitan, menyebut bahwa kebutuhan global terhadap produk berbasis umbi porang besar, dan tanaman porang tersebar di hutan-hutan di Indonesia seperti di NTB.
Untuk kebutuhan bahan baku, ujarnya, pihaknya bermitra dengan para petani lokal di beberapa provinsi.
“Selain menciptakan nilai tambah bagi produk pangan berbahan umbi porang, pabrik ini juga berperan memenuhi kebutuhan tepung konjac dan glukomanan. Melalui program kemitraan, kami ikut meningkatkan kesejahteraan petani lokal,” ujarnya.
Direktur Utama PT Rezka Nayatama, Samuel Haposan Siahaan, menambahkan, bahwa pihaknya mendekatkan diri dengan daerah penghasil umbi porang terbesar di Indonesia yakni NTB, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Provinsi Bali.

Komisaris Utama PT Rezka Nayatama, Ilham Panjaitan, menyerahkan sertifikat lahan SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan) Nomor 0009 kepada negara melalui Staf Ahli Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Pengembangan Kawasan, Budi Situmorang, di pabrik olahan umbi porang, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (26/7/2023). Lahan seluas 1,9 hektare akan dikelola oleh warga Dusun Pengawisan sebanyak 100 KK sebagai bagian dari Program Reforma Agraria.
Domestik dan Ekspor
Samuel menyebut, bahwa pihaknya membeli bahan baku umbi porang dari petani mitra sesuai dengan harga pasar. Saat ini umbi porang dari petani dihargai Rp4.000 per kilogram (kg).
Dia menyebut harga umbi porang di pasaran berfluktuasi, maka dengan keberadaan pabrik umbi porang di NTB, pihaknya berharap bisa membuat harga di tingkat petani lebih stabil.
Adapun, Vice President Financial PT Rezka Nayatama, Arga Richir, menuturkan bahwa produk olahan umbi porang, konjac glukomanan dan konjac flour, akan menyasar pasar domestik dan ekspor.
Sejauh ini, ujarnya, pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan jepang, dan menjajaki pasar di China.
Untuk memenuhi kebutuhan lokal dan ekspor, PT Rezka Nayatama memiliki lahan produksi seluas 500 hektare yang tersebar di Provinsi Bali, NTT dan NTB. Dari 500 hektare, baru 65 hektare yang memiliki sertifikasi internasional good agricultural practice (GAP).
Pabrik umbi porang yang menerapkan teknologi industri manufaktur 4.0 ini mulai dibangun pada akhir Mei tahun 2022 dengan luas sekitar 1 hektare.
Pabrik dilengkapi lebih dari 600 titik sensor untuk memantau kondisi umbi porang dari masuknya bahan baku, proses pemotongan, pengeringan, pemurnian, dan pembungkusan tepung ke dalam kemasan.
Rencananya pabrik tersebut beroperasi secara penuh pada Oktober 2023 dengan taget produksi 20 ton tepung glukomanan per bulan.
PT Rezka Nayatama Resmikan Pabrik Pengolahan Umbi Porang, Investasinya Rp 70 M
kumparanBISNIS • 26 Juli 2023 16.01 WIB

Direksi PT Rezka Nayatama saat peresmian pabrik pengolahan porang di Lombok, Rabu (26/7/2023). Foto: Moh Fajri/kumparan
kumparanBISNIS, JAKARTA – PT Rezka Nayatama meresmikan pabrik tepung glukomanan hasil olahan umbi porang, di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, NTB, Rabu (26/7). Fasilitas itu merupakan pabrik pertama di Indonesia yang dapat memproduksi tepung glukomanan dengan kadar hingga 90 persen dan mengadopsi teknologi industri manufaktur 4.0.
Investasi yang digelontorkan mencapai Rp 70 miliar. Rencananya, pabrik pengolahan porang itu akan beroperasi penuh pada Oktober 2023.
Selain menciptakan nilai tambah bagi produk pangan berbahan umbi porang, pabrik itu juga berperan dalam memenuhi kebutuhan tepung konjac dan glukomanan atau zat khas yang terkandung dalam porang.
Direktur Utama PT Rezka Nayatama, Samuel H. Siahaan, mengatakan melalui program kemitraan, pihaknya ingin meningkatkan kesejahteraan para petani lokal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Samuel menilai dengan berlimpahnya bahan baku umbi porang yang tersebar di berbagai provinsi, Indonesia menyimpan potensi tak terbatas untuk menghasilkan berbagai produk makanan sehat. Peluang pasarnya juga besar, baik di skala nasional maupun global. Namun, sampai saat ini Indonesia belum memiliki pabrik yang mampu mengolah umbi porang menjadi tepung glukomanan.

Pabrik pengolahan umbi porang PT Rezka Nayatama. Foto: Moh Fajri/kumparan.
“Dengan kesadaran akan peluang yang ada, melalui pabrik tepung glukomanan kami yang mampu menghasilkan tepung glukomanan hingga kadar 90 persen, kami berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan industri pengolahan bahan makanan di Indonesia, terutama dalam memajukan pemanfaatan umbi porang sebagai bahan pangan sehat yang berpotensi sebagai alternatif pengganti beras,” kata Samuel di Lombok Barat, NTB, Rabu (26/7).
Lewat dukungan lahan pertanian porang dan kelompok tani di NTB, NTT, dan Bali, pabrik Rezka Nayatama ditargetkan mampu menyerap sebanyak 483 ton umbi porang setiap bulannya sebagai bahan produksi. Dengan proyeksi produksi sekitar 240 ton tepung glukomanan hingga kadar 90 persen per tahun, pabrik tersebut diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri, sekaligus menyediakan ekspor ke berbagai negara seperti China, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Eropa, Vietnam, dan Thailand.
Selain itu, Samuel menegaskan pabrik pengolahan itu bisa menciptakan lapangan kerja dan berperan penting dalam menyerap hasil bumi garapan para petani lokal.
“Kami percaya bahwa kehadiran pabrik ini akan berperan signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional terutama di sektor pertanian dan industri pangan,” ujar Samuel.

Pabrik pengolahan umbi porang PT Rezka Nayatama. Foto: Moh Fajri/kumparan.
Pabrik yang baru diresmikan ini memiliki luas sekitar 1 hektare dan dilengkapi dengan lebih dari 600 titik sensor untuk memantau kondisi umbi porang dari masuknya bahan baku, proses pemotongan, pengeringan, pemurnian, dan pembungkusan tepung ke dalam kemasan. Penerapan teknologi 4.0 untuk menjamin kualitas produk PT Rezka Nayatama memenuhi standar mutu terbaik di industri pangan.
Pada acara peresmian tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat lahan SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan) No.0009, tertanggal 18 Agustus 2020 oleh Mahatma Ilham Panjaitan dari PT Rezka Nayatama kepada negara melalui Budi Sitomurang selaku Staff Ahli Menteri ATR/Kepala BPN bidang pengembangan kawasan.
Resmikan Pabrik Glukomanan Umbi Porang di NTB, Ini Lompatan Besar Rezka Nayatama
Muhammad Natsir • 26 Juli 2023 13.42 WITA

PT Rezka Nayatama meresmikan Pabrik Tepung Glukomanan hasil Olahan Umbi Porang, di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (26/7/2023).
EmitenNews.com – PT Rezka Nayatama melakukan lompatan besar. Mengambil andil penting dalam inovasi berkelanjutan industri pertanian di Indonesia, perseroan meresmikan Pabrik Tepung Glukomanan hasil Olahan Umbi Porang, Rabu (26/7/2023). Bertempat di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, inilah pabrik pertama di Tanah Air yang dapat memproduksi tepung glukomanan dengan kadar hingga 90%. Menariknya lagi, perusahaan ini mengadopsi teknologi industri manufaktur 4.0.
Kerennya lagi, selain menciptakan nilai tambah bagi produk pangan berbahan umbi porang, pabrik ini juga berperan dalam memenuhi kebutuhan tepung konjac dan glukomanan. Melalui program kemitraan, PT Rezka Nayatama ikut meningkatkan kesejahteraan para petani lokal, memberikan dampak positif bagi komunitas setempat.
Satu hal, dengan berlimpahnya bahan baku umbi porang atau konjac yang tersebar di berbagai provinsi, Indonesia menyimpan potensi tak terbatas untuk menghasilkan berbagai produk makanan sehat dan inovatif dengan peluang besar di pasar nasional maupun global.
Sayangnya, sampai saat ini, Indonesia belum memiliki pabrik yang mampu mengolah umbi porang menjadi tepung glukomanan. Karena itulah, dengan kesadaran akan besarnya peluang, melalui Pabrik Tepung Glukomanan yang mampu menghasilkan tepung glukomanan hingga kadar 90%, perseroan berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan industri pengolahan bahan makanan di Indonesia.
“Terutama dalam memajukan pemanfaatan umbi porang sebagai bahan pangan sehat yang berpotensi sebagai alternatif pengganti beras,” ujar Direktur Utama PT Rezka Nayatama, Samuel H. Siahaan.
Dengan dukungan lahan pertanian porang di NTB, NTT, dan Bali, serta pasokan dari kelompok tani binaan di seluruh wilayah tersebut, pabrik yang berlokasi di Sekotong ini mampu menyerap sebanyak 483 ton umbi porang setiap bulan sebagai bahan produksi.
Dengan proyeksi produksi sekitar 240 ton tepung glukomanan hingga kadar 90% per tahun, pabrik ini akan menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri. Selain itu, sekaligus menyediakan ekspor ke berbagai negara seperti China, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Eropa, Vietnam, dan Thailand.
Beroperasinya pabrik olahan porang ini tidak hanya berdampak positif dalam hal ketahanan pangan dan ekspor, juga berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan impor terhadap tepung konjac dan glukomanan. Selain itu, pabrik ini juga menciptakan lapangan kerja dan berperan penting dalam menyerap hasil bumi garapan para petani lokal.
“Kami percaya kehadiran pabrik ini akan berperan signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional terutama di sektor pertanian dan industri pangan,” Samuel H. Siahaan.
Positifnya iklim investasi di NTB
Sementara itu Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengapresiasi hadirnya pabrik pengelolaan porang di Lombok Barat itu. Beroperasinya pabrik Rezka Nayatama ini, kata dia, memberi sinyal sekaligus berdampak positif terhadap iklim investasi di NTB. Tentu selain meningkatkan lapangan kerja, dan kesejahteraan mitra petani lokal.
Pada acara peresmian ini juga berlangsung penyerahan sertifikat lahan SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan) No.0009, tertanggal 18 Agustus 2020 oleh Mahatma Ilham Panjaitan dari PT Rezka Nayatama kepada negara melalui Bapak Budi Sitomurang selaku Staff Ahli Menteri ATR/Kepala BPN bidang pengembangan kawasan.
Hadir juga dalam peresmian pembukaan Pabrik Glukomanan, Kepala Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, Jenderal (Purn) Moeldoko yang secara online menyampaikan bahwa kehadiran Pabrik PT Rezka Nayatama dapat berdampak positif untuk Indonesia. Karena mengurangi impor bahan Glukoman dan juga membuka lapangan pekerjaan di daerah setempat.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menegaskan bahwa peresmian pabrik PT Rezka Nayatama dapat menumbuhkan kesejahteraan tidak hanya bagi para petani tetapi para UKM yang menggunakan bahan baku Glukoman yang lebih sehat. Hal ini perlu didukung untuk kemajuan dan ekonomi Indonesia.
Pada Acara Peletakan Batu Pertama Pabrik Tepung Glukomanan akhir Mei tahun lalu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyampaikan apresiasi dan harapannya bahwa pabrik ini akan menjadi contoh bagi industri sejenis di Indonesia. Lebih dari sekadar menanam, pabrik ini juga menunjukkan potensi Lombok Barat sebagai lokasi industri terpadu untuk porang.
Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 1 hektare ini, dilengkapi lebih dari 600 titik sensor untuk memantau kondisi umbi porang. Mulai dari masuknya bahan baku hingga proses pemotongan, pengeringan, pemurnian, dan pembungkusan tepung ke dalam kemasan.
Penerapan teknologi 4.0 di sini menjamin kualitas produk PT Rezka Nayatama memenuhi standar mutu terbaik di industri pangan.
Rencananya, pabrik ini akan beroperasi penuh pada Oktober 2023 dengan target produksi sebesar 20 ton tepung glukomanan per bulan. Dukungan penuh dari pemerintah pusat maupun daerah telah diberikan sebagai bentuk komitmen dalam mendorong keberhasilan pabrik ini.
Potensi umbi Porang
Umbi porang, juga dikenal sebagai konjac, menawarkan karakteristik unik dan manfaat luar biasa. Kaya akan serat larut dan rendah kalori, umbi porang mengandung glukomanan yang berperan dalam meningkatkan kesehatan pencernaan.
Melalui pengolahan yang cermat, umbi porang dapat dijadikan berbagai produk seperti tepung konjac dan glukomanan, yang berfungsi sebagai substitusi impor. Juga menjadi bahan dasar untuk menciptakan produk turunan, seperti beras dan mie shirataki, konyaku, serta jeli konjac. Tidak hanya bermanfaat dalam industri makanan, kandungan umbi porang juga menunjukkan potensi di sektor farmasi sebagai pencegah diabetes mellitus, kanker, dan kolesterol, serta dalam pembuatan kosmetik.
Permintaan global akan tepung glukomanan yang dihasilkan dari porang terus meningkat, namun Indonesia baru dapat menyuplai dalam bentuk setengah jadi, yaitu chip porang. Meskipun demikian, program budi daya porang menjanjikan ketersediaan bahan baku yang melimpah di Indonesia.
Dengan pemanfaatan optimal potensi umbi porang, Indonesia dapat mengambil peran yang signifikan dalam memenuhi kebutuhan pasar lokal dan global, sambil memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakatnya.
Sementara itu, PT Rezka Nayatama adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan berbasis makanan, terutama Konjac Roots (Amorphophallus Muelleri). Kantor pusatnya di Cengkareng Bussiness City, Tangerang, dan pabrik yang berlokasi di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Direktur PT Rezka Nayatama, Moshe Panjaitan mengungkapkan dengan visi yang kuat dan komitmen terhadap inovasi, kualitas, dan inklusi, pihaknya berupaya memberikan nilai tambah bagi konsumen dan berkontribusi nyata pada perkembangan industri pengolahan bahan makanan di Indonesia.
Melalui kemitraan dengan petani lokal, Moshe Panjaitan menegaskan, perusahaannya juga mendorong praktik pertanian berkelanjutan dan terus meningkatkan kualitas produk serta keunggulan teknologi untuk menjaga posisi kompetitif di pasar.
“Dalam rentang 5 hingga 10 tahun ke depan, PT Rezka Nayatama bertekad menjadi pemain kunci dalam industri pengolahan bahan makanan di Indonesia. Dan berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, ekspansi jaringan distribusi, serta inovasi produk dan penelitian untuk menciptakan beragam produk olahan konjac yang inovatif dan berkualitas tinggi,” ungkapnya optimistis.
Dengan komitmen kuat terhadap pertumbuhan dan pengembangan, Moshe Panjaitan berharap pihaknya dapat terus memberikan kontribusi positif bagi industri pangan Indonesia dan menjadi pilihan utama bagi konsumen dalam negeri maupun internasional.
Investor Bangun Pabrik Porang di Lombok Barat
Oleh Harian Noris Saputra • 27 Mei 2022 16.18 WIB

Bisnis.com, MATARAM – Pabrik pengolahan porang mulai dibangun di Sekotong, Kabupaten Lombok Barat oleh salah satu investor dalam negeri dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2022.
Pabrik porang tersebut ditargetkan mampu mengolah porang menjadi tepung glukomanan kadar 90 persen. Moshe Darron Panjaitan selaku investor menjelaskan, setelah pabrik berjalan, kebutuhan porang untuk produksi pabrik mencapai 4.320 ton per tahun.
“Porang kami akan ambil dari petani atau dari kebun pabrik sendiri. Untuk memenuhi bahan baku, dibutuhkan lahan 108 hektare yang siap menyuplai pabrik,” jelas Moshe dari keterangan resminya, Jumat (27/5/2022). Pabrik porang ini nantinya ditargetkan mampu memproduksi tepung glukomanan sejumlah 20 ton per bulan. Tepung glukomanan yang akan diproduksi nantinya akan menjadi bahan baku pangan, farmasi hingga kosmetik.
Moshe menjelaskan, produk yang keluar dari pabrik porang tersebut ditargetkan menembus pasar ekspor. “Potensi pasar produk porang ini sangat besar, target kami sebagai investor tentu menembus pasar ekspor. Selain itu porang juga bisa menjadi solusi bagi lahan kritis di Lombok,” kata dia.
Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid menjelaskan keberadaan pabrik porang akan memberikan lapangan pekerjaan dan meningkatkan ekonomi masyarakat Lombok Barat. “Adanya pabrik porang di Lombok Barat kami harap bisa menyerap porang yang ada di petani Lombok yang jumlahnya sangat banyak, karena kebutuhannya banyak, tentu jika bisa terserap akan mensejahterakan petani,” ujar Fauzan.
Sebagai informasi, sentra porang di Lombok tersebar di Lombok Barat hingga Lombok Timur. Di Lombok Timur, luas tanaman porang mencapai 540 hektare tersebar di Sambelia, Sembalun dan Montong Gading. Jumlah panen mencapai 108 ton setiap tahun.
Pabrik Pengolahan Porang Hadir di Lombok Barat Nusa Tenggara Barat
Oleh Vani • 26 Mei 2022

PAMOR.COM, JAKARTA – Pengolahan porang di Indonesia memasuki babak baru mulai Rabu (25/5/2022). Pabrik pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen akan mulai dibangun di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Turut hadir dalam konperensi pers rencana pembangunan Pabrik Pengolahan Porang di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Gatut Sumbogodjati, Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui pesan videonya dan Direksi PT Rezka Nayatama Moshe Darron Panjaitan.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Gatut Sumbogodjati mengatakan, pembangunan pabrik pengolahan porang ini mendorong diversifikasi tanaman pangan sebagai ketahanan pangan nasional, yang tidak ada hanya bertumpu pada tanaman padi.

“Kementerian pertanian sangat mengapresiasi pendirian pabrik pengolahan porang, ” ujar Gatut Sumbogodjati dalam rilis tertulisnya.
Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengapresiasi pendirian pabrik pengolahan porang itu. “Bukan hanya membangun hilir hasil produk pengolahan porang namun juga membangun hulu dengan pembinaan para petani untuk penanaman porang, sudah ada puluhan kelompok tani yang dibina oleh PT Rezka Nayatama,” ujar Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid.
Kehadiran pabrik itu bukti Lombok Barat siap menerima investasi. “Tidak perlu ragu menanamkan modal di sini. Pemkab menyambut dengan tangan terbuka dan siap memfasilitasi,” kata dia.
Sementara dalam pesan videonya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap, pabrik pengolahan tepung glukomanan yang dibangun PT Rezka Nayatama di Sekotong dapat dijadikan acuan bagi pabrik sejenis. Tidak hanya di Nusa Tenggara Barat saja, pabrik di Sekotong diharapkan bisa menjadi acuan di Indonesia. “Saya pasti mendukung,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui pesan videonya.

Kehadiran pabrik itu amat penting. Pabrik itu menjadi loncatan pengolahan porang di Nusa Tenggara Barat. Tidak sekadar menanam, pabrik itu menunjukkan Lombok Barat bisa menjadi lokasi industri terpadu porang.
Bagi Kementan, pabrik itu wujud dari pelaksanaan visi penyediaan perawatan manusia. Seiring peningkatan taraf hidup, kesadaran akan kesehatan semakin meningkat. Wujudnya antara lain peningkatan konsumsi makanan sehat. Porang merupakan salah satu sumber pangan sehat.
Selain itu, tepung glukomanan dapat menjadi bahan baku industri farmasi dan komestik. Pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen akan menjadi lompatan penting dalam rantai industri porang nasional.
Sementara Direksi PT Rezka Nayatama Moshe Darron Panjaitan, mengatakan, pabrik itu salah satu bentuk penindaklanjutan anjuran Presiden Joko Widodo soal peningkatan nilai tambah komoditas-komoditas Indonesia, termasuk porang. “Kami mencoba berkontribusi dengan membuat pabrik yang hasil akhirnya tepung glukomanan kadar 90 persen,” ujarnya.
Pabrik itu akan jadi pabrik pertama di Indonesia dengan kualitas produk demikian. Produk dari pabrik itu akan ditujukan ke pasar ekspor.
“Kami memilih porang karena potensinya manfaatnya amat besar. Di Lombok Barat dan kabupaten lain di NTB, Porang jadi solusi untuk setidaknya dua hal : peningkatan kesejahteraan dan pemulihan lahan kritis,” ujarnya.
Selain dari kebun pabrik, bahan baku akan diambil dari kelompok tani. Bahkan, pasokan dari kelompok tani akan menjadi andalan.
Untuk mencapai target 240 ton tepung glukomanan kadar 90 persen, pabrik ini membutuhkan 4.320 ton porang per tahun. Dengan rata-rata panen 2 kilogram per tanaman dan per hektar bisa untuk 40.000 tanaman, maka dibutuhkan setidaknya 108 hektar.
“Kami menargetkan pabrik mulai beroperasi pada akhir tahun ini dengan kapasitas produksi tepung glukomonan kadar 90 persen sebanyak 20 ton per bulan. Tepung ini bahan baku pangan, farmasi, dan kosmetik,” tutur Moshe
Pelibatan kelompok tani sebagai pemasok itu sesuai arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo bahwa pabrik diharapkan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan warga.
Kementan Dukung Investor Bangun Pabrik Olahan Porang Skala Besar di Lombok Barat
Oleh Wiyanto • 26 Mei 2022 14.52 WIB

INDUSTRY.co.id – Jakarta – Pabrik pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen mulai dibangun di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung penuh hadirnya pabrik porang ini guna meningkatkan gairah masyarakat untuk menanam, nilai jual dan ekspor porang dalam bentuk produk olahan sehingga meningkatkan kesejahteraan petani dan menumbuhkan perekonomian nasional.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Gatut Sumbogodjati mengatakan Kementan mengapresiasi pembangunan pabrik pengolahan porang di Lombok Barat.
Ini melengkapi rangkaian pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir, khususnya olahan porang di wilayah Lombok bahkan di NTB dalam mendorong nilai ekspor dan kesejahteraan petani.
“Semakin banyak industri pengolahan porang yang tumbuh di wilayah sumber produksi, maka biaya transportasi dapat ditekan sehingga petani porang dapat menikmati harga yang lebih baik,” demikian dikatakan Gatut pada acara peletakan batu pertama pembangunan pabrik porang di Sekotong, Lombok Barat, kemarin Rabu (25/5/2022).
“Kami berharap Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian serta instansi terkait di kabupaten maupun provinsi untuk berperan dalam mengkoordinasikan tumbuhnya pengembangan porang dari hulu sampai hilir dalam satu kesatuan sistem agar saat memulai menanam porang, sudah jelas mitra pasarnya,” sambung Gatut.
Sementara dalam pesan videonya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) berharap pabrik pengolahan tepung glukomanan yang dibangun PT Rezka Nayatama di Kabupaten Lombok Barat ini dapat dijadikan acuan bagi pabrik sejenis. Pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen akan menjadi lompatan penting dalam rantai industri porang nasional.
“Tidak hanya di NTB saja, pabrik di Lombok Barat ini diharapkan bisa menjadi acuan di Indonesia. Saya pasti mendukung,” katanya.
Direksi PT Rezka Nayatama, Moshe Darron Panjaitan mengatakan terbangunnya pabrik porang ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Jokowi dalam mengembangkan hilirisasi sebagai kunci meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Pasalnya nilai jual produk pangan harus meningkat dan bisa bersaing di pasar internasional.
“Kami mencoba berkontribusi dengan membuat pabrik yang hasil akhirnya tepung glukomanan kadar 90 persen. Pabrik itu nantinya akan jadi pabrik pertama di Indonesia dengan kualitas produk yang bermutu. Produk dari pabrik itu akan ditujukan ke pasar ekspor,” ucapnya.
“Pabrik mulai beroperasi pada akhir tahun ini dengan kapasitas produksi tepung glukomonan kadar 90 persen sebanyak 20 ton per bulan. Tepung ini bahan baku pangan, farmasi, dan kosmetik,” pinta Moshe.
Pada kesempatan yang sama Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid mengapresiasi pendirian pabrik pengolahan porang di daerahnya. Menurutnya, ini bukan hanya membangun hilirisasi hasil produk pengolahan porang saja namun juga kehadiran pabrik porang dapat membuat petani porang di Kabupaten Lombok Barat khususnya dan seluruh Kabupaten se-NTB bergairah untuk menanam porang dalam skala yang lebih luas.
“Saat ini sudah ada puluhan kelompok tani yang sudah dibina oleh PT. Rezka Nayatama. Kehadiran pabrik pengolahan porang ini, adalah bukti bahwa Kabupaten Lombok Barat sangat terbuka untuk menerima investasi,” tutur dia.
Perlu diketahui, untuk mencapai target 240 ton tepung glukomanan kadar 90 persen, pabrik ini membutuhkan 4.320 ton porang per tahun. Dengan rata-rata panen 2 kilogram per tanaman dan per hektar bisa untuk 40.000 tanaman, maka dibutuhkan setidaknya 108 hektar.
Kementan Dukung Investor Bangun Pabrik Olahan Porang Skala Besar di Lombok Barat
Oleh Anton Hartono • 26 Mei 2022 14.49 WIB

Pabrik pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen mulai dibangun di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung penuh hadirnya pabrik porang ini guna meningkatkan gairah masyarakat untuk menanam, nilai jual dan ekspor porang dalam bentuk produk olahan sehingga meningkatkan kesejahteraan petani dan menumbuhkan perekonomian nasional.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Gatut Sumbogodjati mengatakan Kementan mengapresiasi pembangunan pabrik pengolahan porang di Lombok Barat. Ini melengkapi rangkaian pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir, khususnya olahan porang di wilayah Lombok bahkan di NTB dalam mendorong nilai ekspor dan kesejahteraan petani.
“Semakin banyak industri pengolahan porang yang tumbuh di wilayah sumber produksi, maka biaya transportasi dapat ditekan sehingga petani porang dapat menikmati harga yang lebih baik,” demikian dikatakan Gatut pada acara peletakan batu pertama pembangunan pabrik porang di Sekotong, Lombok Barat, Rabu (25/5/2022) kemarin.
“Kami berharap Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian serta instansi terkait di kabupaten maupun provinsi untuk berperan dalam mengkoordinasikan tumbuhnya pengembangan porang dari hulu sampai hilir dalam satu kesatuan sistem agar saat memulai menanam porang, sudah jelas mitra pasarnya,” sambung Gatut.
Sementara dalam pesan videonya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) berharap pabrik pengolahan tepung glukomanan yang dibangun PT Rezka Nayatama di Kabupaten Lombok Barat ini dapat dijadikan acuan bagi pabrik sejenis. Pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen akan menjadi lompatan penting dalam rantai industri porang nasional.

“Tidak hanya di NTB saja, pabrik di Lombok Barat ini diharapkan bisa menjadi acuan di Indonesia. Saya pasti mendukung,” katanya.
Direksi PT Rezka Nayatama, Moshe Darron Panjaitan mengatakan terbangunnya pabrik porang ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Jokowi dalam mengembangkan hilirisasi sebagai kunci meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Pasalnya nilai jual produk pangan harus meningkat dan bisa bersaing di pasar internasional.
“Kami mencoba berkontribusi dengan membuat pabrik yang hasil akhirnya tepung glukomanan kadar 90 persen. Pabrik itu nantinya akan jadi pabrik pertama di Indonesia dengan kualitas produk yang bermutu. Produk dari pabrik itu akan ditujukan ke pasar ekspor,” ucapnya.
“Pabrik mulai beroperasi pada akhir tahun ini dengan kapasitas produksi tepung glukomonan kadar 90 persen sebanyak 20 ton per bulan. Tepung ini bahan baku pangan, farmasi, dan kosmetik,” pinta Moshe.
Pada kesempatan yang sama Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid mengapresiasi pendirian pabrik pengolahan porang di daerahnya. Menurutnya, ini bukan hanya membangun hilirisasi hasil produk pengolahan porang saja namun juga kehadiran pabrik porang dapat membuat petani porang di Kabupaten Lombok Barat khususnya dan seluruh Kabupaten se-NTB bergairah untuk menanam porang dalam skala yang lebih luas.
“Saat ini sudah ada puluhan kelompok tani yang sudah dibina oleh PT. Rezka Nayatama. Kehadiran pabrik pengolahan porang ini, adalah bukti bahwa Kabupaten Lombok Barat sangat terbuka untuk menerima investasi,” tutur dia.
Perlu diketahui, untuk mencapai target 240 ton tepung glukomanan kadar 90 persen, pabrik ini membutuhkan 4.320 ton porang per tahun. Dengan rata-rata panen 2 kilogram per tanaman dan per hektar bisa untuk 40.000 tanaman, maka dibutuhkan setidaknya 108 hektar.
Pabrik Porang Pertama di Lombok dibangun di Lobar
Oleh Radianto Wijanarko • 25 Mei 2022

Sekotong, Diskominfotik – Berbagai langkah dan upaya serta gerak cepat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dibawah kepemimpinan Bupati H. Fauzan Khalid dan Wakil Bupati Hj. Sumiatun untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Terbaru Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berhasil menggandeng investor untuk membangun pabrik pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen.
Hal ini ditandai dengan kegiatan seremoni pembangunan Pabrik Porang di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat Rabu, 25 Mei 2022. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati dan wakil Bupati Lombok Barat. Selain itu kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Gatut Sumbogodjati, Direksi PT Rezka Nayatama Moshe Darron Panjaitan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam kegiatan ini juga secara khusus Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan pesan melalui video yang diputar saat kegiatan tersebut.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengatakan bahwa pembangunan pabrik porang ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan petani. Ia berharap keberadaan pabrik pengolahan porang ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Lombok Barat melalui pembukaan lapangan pekerjaan dan sebagainya.
Selain itu ia juga berharap agar pabrik pengolahan porang ini dapat memberikan manfaat bagi para petani. Ia mengatakan bahwa jumlah petani porang di Lombok sudah cukup banyak. Karenanya ini berharap keberadaan pabrik porang ini dapat memberikan manfaat bagi para petani porang yang tersebar di seluruh Lombok.
“Tentu kita ingin agar para petani porang di seluruh pulau Lombok dapat memperoleh manfaat dari keberadaan pabrik ini. Tentu dengan adanya pabrik ini para petani memiliki harapan dalam menanam dan merawat porang” ujarnya.
Sementara dalam pesan videonya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap, pabrik pengolahan tepung glukomanan yang dibangun PT Rezka Nayatama di Sekotong dapat menjadi acuan nasional terhadap pabrik sejenis. Menteri Pertanian mengatakan bahwa keberadaan pabrik ini sangat penting bagi NTB karena hal ini menjadi loncatan bagi NTB dalam industri Pengolahan Porang.
“Tidak sekadar menanam saja, pabrik ini menunjukkan Lombok Barat bisa menjadi lokasi industri terpadu porang. Pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen akan menjadi lompatan penting dalam rantai industri porang nasional”ujarnya.

Sementara Direksi PT Rezka Nayatama Moshe Darron Panjaitan, mengatakan, pabrik porang yang dibangun ini merupakan salah satu bentuk tindak lanjut atas anjuran Presiden Joko Widodo soal peningkatan nilai tambah komoditas-komoditas Indonesia. Ia mengatakan
pabrik ini akan jadi pabrik pertama di Indonesia dengan kualitas produk yang terjamin yang ditujukan ke pasar ekspor.
“Kami memilih porang karena potensinya manfaatnya amat besar. Porang jadi solusi untuk peningkatan kesejahteraan dan pemulihan lahan kritis,” ujarnya.
Ia lebih lanjut mengatakan bahwa bahan baku porang selain diambil dari kebun binaan atau milik pabrik, bahan baku akan diambil dari kelompok tani. Bahkan, pasokan dari kelompok tani akan menjadi andalan.
Ia juga mengatakan bahwa untuk mencapai target 240 ton tepung glukomanan kadar 90 persen, pabrik ini membutuhkan 4.320 ton porang per tahun. Dengan rata-rata panen 2 kilogram per tanaman dan per hektar bisa untuk 40.000 tanaman, maka dibutuhkan setidaknya 108 hektar.
“Kami menargetkan pabrik mulai beroperasi pada akhir tahun ini dengan kapasitas produksi tepung glukomonan kadar 90 persen sebanyak 20 ton per bulan. Tepung ini nantinya sebagai bahan baku pangan, farmasi, dan kosmetik,” ujar Moshe.
Babak Baru Pabrik Porang Ada di Lombok
Oleh Ali Rachman • 25 Mei 2022

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Direktirat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Gatut Sumbogodjati. Foto: Istimewa
INDOPOS.CO.ID – Pengolahan porang di Indonesia memasuki babak baru mulai Rabu (25/5/2022). Pabrik pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen akan mulai dibangun di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Gatut Sumbogodjati mengatakan, pembangunan pabrik pengolahan porang ini mendorong diversifikasi tanaman pangan sebagai ketahanan pangan nasional, yang tidak ada hanya bertumpu pada tanaman padi.
“Kementerian pertanian sangat mengapresiasi pendirian pabrik pengolahan porang,” ujarnya.
Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengapresiasi pendirian pabrik pengolahan porang itu.
“Bukan hanya membangun hilir hasil produk pengolahan porang namun juga membangun hulu dengan pembinaan para petani untuk penanaman porang, sudah ada puluhan kelompok tani yang dibina oleh PT Rezka Nayatama,” ucapnya.
Kehadiran pabrik itu bukti Lombok Barat siap menerima investasi.
“Tidak perlu ragu menanamkan modal di sini. Pemkab menyambut dengan tangan terbuka dan siap memfasilitasi,” kata Fauzan.
Sementara dalam pesan videonya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap, pabrik pengolahan tepung glukomanan yang dibangun PT Rezka Nayatama di Sekotong dapat dijadikan acuan bagi pabrik sejenis. Tidak hanya di Nusa Tenggara Barat saja, pabrik di Sekotong diharapkan bisa menjadi acuan di Indonesia.
“Saya pasti mendukung,” kata dia
Kehadiran pabrik itu amat penting. Pabrik itu menjadi loncatan pengolahan porang di Nusa Tenggara Barat. Tidak sekadar menanam, pabrik itu menunjukkan Lombok Barat bisa menjadi lokasi industri terpadu porang.
Bagi Kementan, pabrik itu wujud dari pelaksanaan visi penyediaan perawatan manusia. Seiring peningkatan taraf hidup, kesadaran akan kesehatan semakin meningkat. Wujudnya antara lain peningkatan konsumsi makanan sehat. Porang merupakan salah satu sumber pangan sehat.
Selain itu, tepung glukomanan dapat menjadi bahan baku industri farmasi dan komestik. Pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen akan menjadi lompatan penting dalam rantai industri porang nasional.
Sementara Direksi PT Rezka Nayatama, Moshe Darron Panjaitan, mengatakan, pabrik itu salah satu bentuk penindaklanjutan anjuran Presiden Joko Widodo soal peningkatan nilai tambah komoditas-komoditas Indonesia, termasuk porang.
“Kami mencoba berkontribusi dengan membuat pabrik yang hasil akhirnya tepung glukomanan kadar 90 persen,” tuturnya.
Pabrik itu akan jadi pabrik pertama di Indonesia dengan kualitas produk demikian. Produk dari pabrik itu akan ditujukan ke pasar ekspor.
“Kami memilih porang karena potensinya manfaatnya amat besar. Di Lombok Barat dan kabupaten lain di NTB, Porang jadi solusi untuk setidaknya dua hal : peningkatan kesejahteraan dan pemulihan lahan kritis,” tambahnya.
Selain dari kebun pabrik, bahan baku akan diambil dari kelompok tani. Bahkan, pasokan dari kelompok tani akan menjadi andalan. Untuk mencapai target 240 ton tepung glukomanan kadar 90 persen, pabrik ini membutuhkan 4.320 ton porang per tahun. Dengan rata-rata panen 2 kilogram per tanaman dan per hektar bisa untuk 40 ribu tanaman, maka dibutuhkan setidaknya 108 hektar.
“Kami menargetkan pabrik mulai beroperasi pada akhir tahun ini dengan kapasitas produksi tepung glukomonan kadar 90 persen sebanyak 20 ton per bulan Tepung ini bahan baku pangan, farmasi, dan kosmetik,” tutur Moshe.
Pelibatan kelompok tani sebagai pemasok itu sesuai arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo bahwa pabrik diharapkan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan warga.
Pabrik Pengolahan Porang Bakal Dibangun di Lombok, Mampu Hasilkan Tepung Glukomanan Kadar 90 Persen
Oleh Panji Baskhara • 25 Mei 2022 23.10 WIB

Pengolahan porang di Indonesia memasuki babak baru mulai yakni dengan dibangunnya pabrik pengolahan porang di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Foto: Katak porang, Selain umbi, tanaman porang juga menghasilkan katak yang memiliki nilai jual.
WARTAKOTALIVE.COM – Pengolahan porang di Indonesia memasuki babak baru mulai, pada Rabu (25/5/2022). Babak baru itu yakni dibangunnya pabrik pengolahan porang, di wilayah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Diketahui, pabrik pengolahan porang tersebut bakal menghasilkan tepung glukomanan dengan kadar 90 persen.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Gatut Sumbogodjati angkat bicara. Ia mengatakan, pembangunan pabrik pengolahan porang ini mendorong diversifikasi tanaman pangan. Hal tersebut sebagai ketahanan pangan nasional, yang tak hanya bertumpu pada tanaman padi. “Kementerian pertanian mengapresiasi pendirian pabrik pengolahan porang” ujarnya.
Sementara Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengapresiasi pendirian pabrik pengolahan porang itu. “Bukan hanya bangun hilir hasil produk pengolahan porang namun juga membangun hulu dengan pembinaan para petani untuk penanaman porang, sudah ada puluhan kelompok tani yang dibina oleh PT Rezka Nayatama,” ujarnya.
Kehadiran pabrik itu bukti Lombok Barat siap menerima investasi. “Tidak perlu ragu menanamkan modal di sini. Pemkab menyambut dengan tangan terbuka dan siap memfasilitasi,” kata dia.
Sementara di dalam pesan videonya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap, pabrik pengolahan tepung glukomanan yang dibangun PT Rezka Nayatama di Sekotong, dapat dijadikan acuan bagi pabrik sejenis.
Tidak hanya di Nusa Tenggara Barat saja, pabrik di Sekotong diharapkan bisa menjadi acuan di Indonesia. “Saya pasti mendukung,” kata dia. Kehadiran pabrik itu amat penting, sebab pabrik itu menjadi loncatan pengolahan porang di Nusa Tenggara Barat. Tidak sekadar menanam, pabrik itu menunjukkan Lombok Barat bisa menjadi lokasi industri terpadu porang.
Bagi Syahrul Yasin Limpo, pabrik tersebut sebagai wujud dari pelaksanaan visi penyediaan perawatan manusia. Seiring peningkatan taraf hidup, kesadaran akan kesehatan semakin meningkat. Wujudnya antara lain peningkatan konsumsi makanan sehat.
Porang merupakan salah satu sumber pangan sehat. Selain itu, tepung glukomanan dapat menjadi bahan baku industri farmasi dan komestik. Pengolahan porang menjadi tepung glukomanan berkadar 90 persen akan menjadi lompatan penting, dalam rantai industri porang nasional.
Sementara Direksi PT Rezka Nayatama Moshe Darron Panjaitan, mengatakan, pabrik tersebut sebagai salah satu bentuk penindaklanjutan anjuran Presiden RI Joko Widodo. Arahan tersebut soal peningkatan nilai tambah komoditas-komoditas Indonesia, termasuk porang. “Kami mencoba berkontribusi dengan membuat pabrik yang hasil akhirnya tepung glukomanan kadar 90 persen,” ujarnya.
Pabrik itu akan jadi pabrik pertama di Indonesia dengan kualitas produk demikian. Produk dari pabrik tersebut akan ditujukan ke pasar ekspor. “Kami memilih porang karena potensi manfaatnya besar. Di Lombok Barat dan kabupaten lain di NTB, porang jadi solusi untuk setidaknya dua hal, yaitu peningkatan kesejahteraan dan pemulihan lahan kritis,” ujarnya.
Selain dari kebun pabrik, bahan baku akan diambil dari kelompok tani. Bahkan, pasokan dari kelompok tani akan menjadi andalan. Guna capai target 240 ton tepung glukomanan kadar 90 persen, pabrik ini butuhkan 4.320 ton porang per tahun. Dengan rata-rata panen 2 kilogram per tanaman dan per hektar bisa untuk 40.000 tanaman, maka dibutuhkan 108 hektar.
“Kami menargetkan pabrik mulai beroperasi pada akhir tahun ini dengan kapasitas produksi tepung glukomonan kadar 90 persen sebanyak 20 ton per bulan. Tepung ini bahan baku pangan, farmasi, dan kosmetik,” tutur Moshe.
Pelibatan kelompok tani sebagai pemasok tersebut, sesuai arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo. Dimana pabrik tersebut diharapkan mampu berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan warga.
Apa Itu Tanaman Porang?
Tanaman porang kembali menarik perhatian setelah beberapa waktu lalu, Presiden TI Joko Widodo melarang ekspor porang dalam bentuk umbi. Tanaman porang pernah jadi perbincangan pada 2019 setelah sejumlah petani meraup pendapatan yang cukup besar dari bertanam porang.
Melalui akun Instagramnya, @jokowi, Presiden Jokowi kembali menekankan bahwa tanaman porang akan menjadi komoditas ekspor andalan Indonesia.
Apa itu tanaman porang dan apa manfaatnya hingga berdaya jual tinggi?
Tahukah Anda, porang sudah dikenal sejak lama. Bahkan, pada masa penjajahan Jepang, masyarakat di sekitar hutan dipaksa untuk mendapatkan porang sebagai bahan pangan dan industri mereka. Seperti dilansir dari website Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, tanaman porang merupakan tanaman anggota family Aracacea.
Secara umum dikenal dengan nama bunga bangkai, karena baunya yang tidak sedap. Di beberapa daerah, porang dikenal dengan nama yang berbeda-beda. Ada yang menyebutnya iles-iles, iles kuning acung atau acoan. Sepintas, tanaman porang mirip dengan suweg (Amorphophallus Campanulatus), iles-iles putih (Amorphophallus Spp), dan walur (Amorphophallus variabilis).
Apa ciri-ciri porang?
Berikut morfologinya :
– Daun lebar, ujung daun runcing dan berwarna hijau muda
– Kulit batangnya halus, berwarna belang-belang hijau dan putih
– Pada permukaan umbi tidak ada bintil
– Umbi berserat halus dan berwarna kekuningan
– Pada setiap pertemuan cabang dan ketiak daun terdapat bubil/katak
– Umbi tak dapat dikonsumsi dan harus melalui proses.
Saat dihubungi Kompas.com, 14 April 2021, peneliti Botani Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ina Erlinawati mengatakan, porang masih satu keluarga dengan bunga bangkai. “Masih satu marga Amorphophallus, tapi nama latin untuk jenis Porang adalah Amorphophallus muelleri,” kata Ina.
Apa manfaat porang?
Seperti tanaman umbi-umbi lain, porang juga mengandung karbohidrat, lemak, protein mineral, vitamin, kristal kalsium oksalat, alkaloid, dan serat pangan. Karbohidrat merupakan komponen penting dari umbi porang yang terdiri atas pati, glucomannan serat kasar dan gula reduksi.
Porang juga memiliki kandungan glukomanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kerabat yang lain. Kandungan lainnya pada porang di antaranya kristal kalsium oksalat, berbentuk jarum, inilah yang menyebabkan lidah dan tenggorokan terasa gatal dan panas saat mengonsumsinya.
Keberadaan kalsium oksalat pada porang ini pula yang membuatnya terbatas untuk pemanfaatan porang sebagai bahan pangan. Akan tetapi, melalui perlakuan pendahuluan yang tepat seperti adanya perendaman dalam larutan garam atau asam, sebagian besar kalsium oksalat dapat dihilangkan.
Sementara itu, Ina mengatakan, dari semua bagian tanaman, umbi porang memiliki nilai jual tinggi. “Umbinya yang dimanfaatkan dan memiliki nilai jual. (Umbinya memiliki) kandungan Glucomannan dan kalsiumnya tinggi,” kata Ina. Menurut dia, porang juga bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga membuat lem organik serta penjernih air.
Bahkan, menjadi salah satu bahan pembuatan komponen pesawat terbang. Produk porang yang biasa diolah dan dipasarkan dari umbi segar adalah chips, tepung porang (konjac flour), dan tepung glukomanan (konjac glucomannan).
Untuk apa tepung porang?
Biasanya dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Seperti pangan fungsional, pakan ternak, pengikat air, bahan pengental, penggumpal atau pembentuk gel dan makanan diet rendah lemak dan kalori, terutama karena sifat kelarutan glukomanannya yang tinggi dalam air.
Jika dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tepung porang dapat diolah menjadi konnyaku (mirip tahu) dan shirataki (berbentuk mie) yang cukup terkenal di Jepang, China, dan Taiwan.
Porang juga bisa ditambahkan saat pembuatan mie. Penambahan 1 persen tepung porang dapat tingkatkan kandungan protein, lemak, pati, serat dan pengembangan mie. Ada pula yang memanfaatkan tepung porang untuk penstabil es krim.